EVALUASI DAN IMPLEMENTASI SISTEM SURVEILANS CAMPAK DI KABUPATEN MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH

  • Riska Epina Hayu STIKES AL INSYIRAH
Keywords: Evaluasi, Implementasi, Surveilans Campak

Abstract

Kegiatan surveilans terdapat beberapa penyakit menular tertentu yang potensial menimbulkan wabah dan telah mengembangkan sistem surveilans sendiri serta menjadi sub sistem dari surveilans pencegahan penyakit secara umum yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), penyakit malaria, penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD31). Penyakit campak masih menjadi masalah kesehatan, mengingat masih adanya kasus dan wabah campak di beberapa daerah di Indonesia. Campak adalah penyakit infaksi virus yang merupakan penyebab kematian pada anak di Negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Kasus terdiagnosa campak klinis tahun 2011 dilaporkan sebanyak 398 kasus, dan sebagian besar terjadi pada anak umur <15 tahun yaitu sebanyak 321 kasus atau 80,6%. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Aspek yang dievaluasi adalah input, proses dan output. Pengumpulan data primer dilakukan dengan observasi dan wawancara langsung dengan petugas imunisasi di Puskesmas. Data sekunder diperoleh berdasarkan pencatatan dan pelaporan di Dinas Kesehatan Kabupaten. Kemudian dilakukan intervensi sesuai dengan masalah yang ditemukan. Peningkatan kelengkapan laporam setelah dilakukan intervensi menjadi 100%. Pada analsis dan interpretasi data puskesmas yang mengatakan mengalami hambatan dan masalah adalah 22 (75.86%) puskesmas. Penyebarluasan informasi data campak secara lintas instansi sudah berjalan cukup baik namun belum optimal.  Kelemahan petugas surveilans campak terdapat pada pada pengolahan, penyajian, analisis dan interpretasi data sebelum dilakukannya intervensi. Beberapa mengeluhkan bahwa mereka tidak memahami dengan baik cara pengolahan, penyajian, analisis dan interpretasi data dengan baik dan beberapa dari mereka merupakan petugas baru yang belum mendapatkan pelatihan tentang surveilans campak.

 

 

Published
08-02-2020