HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM MELAKSANAKAN PELAYANAN KEPERAWATAN DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) RUMAH SAKIT SYAFIRA PEKANBARU

  • Ririn Muthia Zukhra STIKes Al-Insyirah Pekanbaru
  • Muryani Muryani
Keywords: Stres kerja, kinerja perawat

Abstract

Abstrak

Perawat di rumah sakit memiliki tugas pada pelayanan rawat inap, rawat jalan atau poliklinik dan pelayanan gawat darurat. Perawat yang bertugas di ruangan IGD dituntut untuk memiliki kemampuan lebih dibanding dengan perawat yang melayani pasien di ruang yang lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Ruang IGD Rumah Sakit Syafira Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah deskripsi korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 33 orang perawat dengan teknik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil analisis chi square menunjukkan bahwa terdapat hubungan stres kerja dengan kinerja di IGD Rumah Sakit Syafira Pekanbaru (p=0,002<α=0,05). Peneliti merekomendasikan kepada Manajemen Rumah Sakit Syafira Pekanbaru untuk melakukan berbagai strategi dalam meminimalisir stres kerja sehingga kinerja perawat dapat maksimal.

 

Kata Kunci    : Stres kerja, kinerja perawat

References

Fajrillah & Nurfitriani. 2016. Hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan pelayanan keperawatan di Instalasi gawat darurat ruamh sakit umum Anutapura Palu. Jurnal Keperawatan Sriwijaya, 3(2), ISSN No. 2355 5459.

Healy, S., & Tyrell, M. 2011. Stress in emergency departments: experiences of nurses and doctors. emergency nurse, 19: 31-37.

Hidayat, R. 2013. Hubungan faktor stres kerja dengan kinerja perawat di instalasi gawat darurat Rumah Sakit Primer Surabaya. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga.

Hooper, C., Craig, J., Janvrin, D., et al. 2010. Compassion satisfaction, burnout and compassion fatigue among emergency nurses compared with other selected inpatient specialities. J Emerg Nurs, 36 (5): 420-427.

HSE. 2001. Tackling work related stres: a manager;s guide to improving and maintaining employee health and well-being. Sudbury, UK: Health and Safety Executive.

Lim, J., Msocsi, Bogossian, F., Ahern, K. 2010. Stress and coping in Singaporean nurses: A literature review. Nursing and health science, 12: 251-258.

Notoatmodjo. 2015. Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). 2005. Standar asuhan keperawatan. Jakarta: Bidang Organisasi PP-PPNI diperoleh dari http://www.inna-ppni.or.id/index/php.

Saam, Z., & Wahyuni, S. 2013. Psikologi keperawatan. Jakarta: Rajawali Press.

Sharma, et al. 2015. Occupational stress among staff nurses : controlling the risk to health. Indian J Occup Environ Med, 18 (2): 52-58.

Undang Undang Republik Indonesia nomor 38 tahun 2014 tentang keperawatan. 17 Oktober. Lembaran negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 307: Jakarta.

Yesi, G. 2010. Hubungan stres kerja dengan kinerja perawat pelaksana dalam melaksanakan asuhan keperawatan di ruang rawat inap RSUD Pasaman Barat Penelitian. Padang. Fakultas Keperawatan Universitas Andalas.

Zukhra, R. M. 2013. Mekanisme koping perawat dalam menghadapi stres kerja di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Arifin Achmad Pekanbaru: Studi Fenomenologi. Tesis.Medan. Program Studi S2 Keperawatan Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.
Published
31-12-2018