HUBUNGAN KEBIASAAN MAKAN DENGAN STATUS GIZI PADA REMAJA SMP YLPI PEKANBARU

  • Dian Hafiza Stikes Hangtuah Pekanbaru
  • Agnita Utmi
  • Sekani Niriyah
Keywords: Kebiasaan makan, status gizi

Abstract

Masa remaja sangat membutuhkan zat gizi lebih tinggi karena pertumbuhan fisik dan perkembangan yang terjadi saat peralihan dari masa anak-anak ke masa remaja. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan makan remaja mempengaruhi asupan maupun kebutuhan gizi. Kebiasaan makan pada remaja berkaitan dengan mengkonsumsi makanan yang mencakup jenis makanan, jumlah makanan, frekuensi makanan, distribusi makanan dan cara memilih makanan. Kebiasaan makan yang tidak sehat terbentuk karena seringnya anak sekolah jajan diluar rumah yang akan mempengaruhi status gizi remaja.Tujuan penelitian ini untuk mengetahi hubungan kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja SMP. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 76 responden. Pengambilan sampel dengan teknik Quota Sampling.Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Adolescent Food Habits Checklist (AFHC), pengukuran berat badan menggunakan bathroom schale dan tinggi badan menggunakan microtoise. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat, menggunakan uji statistik non-parametrik dengan uji alternatif yaitukolmogorovsmirnov. Hasil penelitian didapatkan Pvalue 1 >a (0.05). Dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan kebiasaan makan dengan status gizi pada remaja SMP YLPI Pekanbaru. Diharapkan bagi remaja untuk memperluas pengetahuan tentang kebiasaan makan yang baik.

References

Almatsier, S., Soetardjo, S., & Soekatri, M. (2011). Gizi seimbang dalam daur kehidupan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Anggreny, N., Weny. (2014). Hubungan antara kebiasaan makan dan aktivitas fisik dengan status gizi pada remaja di perkotaan dan di perdesaan.Skripsi Tidak Dipublikasikan.
Aritonang, I. (2011). Kebiasaan makan dan gizi seimbang. Yogyakarta: Leutika.
Arneliwati, Pujiati., & Rahmalia. (2015). Hubungan antara perilaku makan dengan status gizi remaja putri.JOM Vol 2 No 2, Oktober 2015.https://jom.unri.ac.id/indekx.php/JOMPSIK/article/view/8302/7971
Bakri, B., Fajar, I., &Supariasa, D. N. (2013). Penilaian status gizi. Jakarta: EGC.
Depkes, RI. (2018). Kenali masalah gizi yang mengancam remaja indonesia.Jakarta: Dipublikasikan pada selasa, 15 mei 2018.www.depkes.go.id/article/view/18051600005/kenali-masalah-gizi -yang-ancam-remaja-indonesia.htm.
Dienasari, Hanundyah., & Rily. (2016). Persepsi body image, kebiasaan makan dan status gizi pada penari remaja wanita.Skripsi Tidak Dipublikasikan.
Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru. (2017). Data satus gizi remaja sekolah menengah pertama. Pekanbaru.
Dinkes. (2016). Profil kesehatan kota pekanbaru tahun 2016. Pekanbaru: Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru.
Emalia, Restuastuti., & Syahfitri. (2017). Gambaran status gizi remaja smp negeri 13 Pekanbaru tahun 2016. Jurnal JOM FK Vol 4. No 2 Oktober 2017.https://jom.unri.ac.id/indekx.php/JOMFDOK/article/view/15511
Fadhilah, Shaluhiyah., & Widjanarko. (2018). Faktor – faktor yang berhubungan dengan prilaku makan pada anak gizi lebih di sekolah menengah pertama wilayah kerja puskesmas poncol kota semarang. Jurnal Volume 6, Nomor 1 Januari 2018 (ISSN: 2356-3346). http://ejournal3.undip.ac.id/indeks.php/jkm
Griffith, J, Johnson, F., &Wardle, J. (2002). The adolescent food habits checklist: reliability and validity of a measure of healthy eating behaviour in adolescents.University College London. European Journal of Clinical Nutrition (2002) 56, 644–649.https://www.ncbi.nlm.gov/m/pubmed/12080404/
Hastono, P. S., & Sabri, L. (2014). Statistik kesehatan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Irdiani, W., & Nindya, T. S. (2017). Hubungan kebiasaan sarapan dan asupan zat gizi dengan status gizi siswa SMA N 3 Suabaya. DOI: 10.2473/amnt.v1i3.2017.227-235
Juliani, D. (2017). Gambaran kebiasaan makan dan status gizi remaja di sma harapan mandiri medan tahun 2017. Skripsi Tidak Dipublikasikan.
Kartika, I. (2017). Buku ajar dasar-dasar riset keperawatan dan pengolahan data statistik. Jakarta: Trans Info Media.
Keputusan Menteri Kesehatan, RI. (2010). Standar antropometri penilaian status gizi anak nomor: 1995/MENKES/SK/XII/2010.Jakarta: Kemenkes RI
Kementerian Kesehatan, RI. (2014). Pedoman gizi seimbang. Jakarta: Bakti Husada.
Mardalena, I. (2017). Dasar-dasar ilmu gizi dalam keperawatan: Konsep dan penerapan pada asuhan keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Maryam, S. (2016). Gizi dalam kesehatan reproduksi. Jakarta: Selemba Mediaka.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Perry, G. A. &Potter, A. P. (2009). Fundamentals of nursing buku 1 edisi 7. Jakarta: Selemba Medika.
Puskesmas Harapan Raya. (2018). Laporan kegiatan kesehatan anak di sekolah. status gizi remaja SMP/MTS. Pekanbaru.
Kementrian Kesehatan, RI. (2013). Hasil utamariset kesehatan dasar 2013. Jakarta: Kemenkes RI.
Kementrian Kesehatan, RI. (2018). Hasil utama riset kesehatan dasar 2018. Jakarta: Kemenkes RI.
Santrock, W. J. (2007). Remaja edisi 11. Jakarta: Erlangga.
Saryono. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Mitra Cendikia Press.
Satyawati, V. A., & Hartini, E. (2018). Buku ajar dasar ilmu gizi kesehatan masyarakat. Yogyakarta: Budi Utama.
Soetjiningsih. (2010). Tumbuh kembang remaja dan permasalahnya. Jakarta:Sagung Seto.
Winarsih. (2018). Pengantar ilmu gizi dalam kebidanan. Yogyakarta: Pustaka Baru.
Published
04-03-2021