HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG GASTRITIS DENGAN MOTIVASI UNTUK MENCEGAH KEKAMBUHAN GASTRITIS

Bahasa Indonesia

  • Novi Rosiani STIKes Hang Tuah
  • Bayhakki Bayhakki
  • Rani Lisa Indra
Keywords: Gastritis, Motivasi, Pengetahuan

Abstract

Gastritis merupakan peradangan pada mukosa lambung yang dapat bersifat akut atau kronis. Gastritis yang dibiarkan berlarut-larut tanpa ada upaya pencegahan kekambuhan dapat mengakibatkan kanker lambung bahkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang gastritis dengan motivasi untuk mencegah kekambuhan gastritis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasi dan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel penelitian ini adalah 122 orang yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat, secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan tendensi sentral dan secara bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan rerata usia responden 33,98 tahun, 55,7% berjenis kelamin perempuan, 52,5% responden bekerja swasta, 37,7% responden merupakan tamatan SMA, 49,2% responden berpengetahuan baik, 50,8% responden dengan motivasi tinggi dan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan tentang gastritis dengan motivasi untuk mencegah kekambuhan gastritis (p=0,000<0,05). Diharapkan responden dapat mempertahankan dan lebih meningkatkan pengetahuan dan motivasinya serta dapat mengaplikasikan upaya pencegahan kekambuhan gastritis.

 

References

Agustina, R., Azizah, A., & Agianto, A. (2016). Kejadian gastritis di RSUD Ratu Zalecha Martapura. Dunia Keperawatan, 4(1), 48-54. Diperoleh dari http://ppjp.unlam.ac.id/journal/index.php/JDK/article/view/2545.
Ahmadi, Abu. (2009). Psikologi umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Ardiansyah, M. (2012). Medikal bedah untuk mahasiswa. Yogyakarta: Diva Press.
Azwar, S. (2013). Sikap manusia : teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Dahlan, M.S. (2012). Statistik untuk kedokteran dan kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2016). Profil kesehatan provinsi Riau 2015. Diperoleh dari
http://www.depkes.go.id/resources/download/profil/PROFIL_KES_PROVINSI_2015/04_Riau_2015.pdf.
Dinas Kesehatan Provinsi Riau. (2017). Profil kesehatan provinsi riau 2017. Pekanbaru: Dinkes.
Donsu, J.D.T. (2016). Metodelogi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.
Endang, L., & Puspadewi, V.A. (2012). Penyakit maag dan gangguan pencernaan. Yogyakarta: Kanisus.
Harjowinoto, S. & Susanto, H. (2008). Muda berinvestasi, tua menikmati, mati masuk surge. Jakarta: Gramedia.
Hidayat, A.A.A. (2011). Metode penelitian keperawatan dan teknik alasisi data. Jakarta: Salemba Medika.
Hidayat, D. R. (2009). Ilmu perilaku manusia pengantar psikologi untuk tenaga kesehatan. Jakarta: CV. Trans Info Media.
Huzaifah, Z. (2017). Hubungan pengetahuan tentang penyebab gastritis dengan perilaku pencegahan gastritis, 1(1). Diperoleh dari https://journal.umbjm.ac.id/index.php/healthy/article/download/62/36/.
Kementrian Kesehatan RI. (2017). Profil kesehatan Indonesia tahun 2016. Diperoleh dari http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/profil-kesehatan-indonesia/Profil-Kesehatan-Indonesia-2016.pdf.
Kholid, A. (2014). Promosi kesehatan: dengan pendekatan teori perilaku, media, dan aplikasinya untuk mahasiswa dan praktisi kesehatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Kurniyawan, C. B., & Kosasih, I. (2017). Faktor-faktor yang mempengaruhi kekambuhan gastritis. Jurnal AKP, 6(2). Diperoleh dari http://ejournal.akperpamenang.ac.id/index.php/akp/article/download/121/103.
Misnadiarly. (2009). Mengenal penyakit organ cerna: gastritis (dyspepsia atau maag), infeksi mycobacteria pada ulcur gastrointestinal. Jakarta: Pustaka Populer Obor.
Mubarak, W.I. (2012). Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Notoatmodjo, S. (2010). Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan masyarakat: ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nursalam. (2009). Konsep dan penerapan metodelogi penelitian ilmu keperawatan pedoman skripsi, tesis, dan instrument penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Nursalam., & Efendi, F. (2012). Pendidikan dalam keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Potter, P.A., Perry, A.G. (2010). Fundamental keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Prasetiyo, A. C. (2015). Hubungan karakteristis pasien dengan persepsi pasien tentang kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Blora kabupaten Blora. Diperoleh dari http://file:///CUser/apple%20pc/Download/Prasetiyo,%202015.pdf
Prasetyo, B., & Jannah, L.M. (2014). Metode penelitian kuantitatif: teori dan aplikasi. Jakarta: Rajawali.
Ratu, A.R., & Adwan G.M. (2013). Penyakit hati, lambung, usus, dan ambeien. Yogyakarta: Nuha Medika.
Riyanto, A. (2011). Aplikasi metodelogi penelitian kesehatan. Yogyakarta: 2011.
Rusdianah, E. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan dengan motivasi pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di desa pondok kecamatan babadan ponorogo, 2(09.) Diperoleh dari http://jurnal.stikesmuhla.ac.id/wp-content/uploads/2018/01/57-64-Eva-Rusdianah.pdf.
Saam, Z., & Wahyuni, S. (2013) Psikologi keperawatan. Jakarta: Rajawali Pers.
Sani, W., Tina, L., & Jufri, N. N. (2016). Analisis Faktor Kejadian Penyakit Gastritis pada Petani Nilam di Wilayah Kerja Puskesmas Tiworo Selatan Kab. Muna Barat Desa Kasimpa Jaya Tahun 2016. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 2(5). Diperoleh dari http://ojs.uho.ac.id/index.php/JIMKESMAS/article/view/1928.
Setiawati, S., & Dermawan, A.C. (2008). Proses pembelajaran dalam pendidikan kesehatan. Jakarta: Trans Info Media.
Setyawan. H. (2015). Gambaran pengetahuan peran perawat dalam ketepatan waktu tanggap penanganan kasus gawat darurat di instalasi gawat darurat rumah sakit umum daerah karanganyar. Diperoleh dari http://digilib.stikeskusumahusada.ac.id/files/disk1/26/01-gdl-herusetyaw-1271-1-skripsi-m.pdf
Shanty, M. (2011). Penyakit saluran pencernaan: pedoman menjaga & merawat kesehatan pencernaan. Jakarta: KATAHATI.
Sujarweni, W.V. (2014). Metodelogi Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Baru Press
Sujarwo, R. (2012). Faktor-faktor pengetahuan rendah. Diperoleh dari http://download.portalgaruda.org/article.php?article.
Sukarmin. (2013). Keperawatan pada sistem pencernaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Suryono, S., & Meilani, R. D. (2017). Pengetahuan pasien dengan gastritis tentang pencegahan kekambuhan gastritis. Jurnal akp, 7(2). Diperoleh dari http://ejournal.akperpamenang.ac.id/index.php/akp/article/download/141/123.
Tilong, A.D. (2014). Rahasia pola makan sehat. Yogyakarta: Flash Books.
UNDANG-UNDANG SISTEM PENDIDIKAN NASIONAL. Undang-undang republik indonesia nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Diperoleh dari
http://kelembagaan.ristekdikti.go.id/wpcontent/uploads/2016/08/UU_no_20_th_2003.pdf.
Wahyu, D., Supono., & Hidayah, N. (2015). Pola makan sehari-hari penderita gastritis. Jurnal Informasi Kesehatan Indonesia, 1(1). Diperoleh dari http://jurnal.poltekkes-malang.ac.id/berkas/15b9-17-24.pdf.
Wawan, A., & M.D. (2010). Pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika.
World Health Organization (WHO). (2012). Di akses dari http://aici.co.id/data-penyakit-gastritis-menurut/.
Yuliarti, N. (2009). Maag – kenali, hindari, dan obati. Yogyakarta: ANDI.
Published
06-06-2020