HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEJADIAN POST POWER SYNDROME PADA LANSIA DI PUSKESMAS PAYUNG SEKAKI KELURAHAN LABU BARU TIMUR KOTA PEKANBARU

Bahasa Indonesia

  • Ferdian Hidayat STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Abdurrahman Hamid
  • Raja Fitriana Lestari
Keywords: Post Power Syndrome, Dukungan Instrumental, Dukungan Emosional, Dukungan Penilaian Dan Dukungan Keluarga.

Abstract

Masa tua merupakan penyesuaian diri terhadap kenyataan sosial yang baru yaitu pensiun, menduda atau menjanda yang membuat Perubahan psikologis pada lansia seperti takutnya kehilangan, kesepian takut menghadapi kematian, dan defresi. Perubahan psikologis lainnya seperti perubahan status sosial yaitu perubahan peran seperti post power syndrome. Post power syndrome adalah kumpulan gejala yang timbul pasca kekuasaan pada orang-orang yang mempunyai jabatan namun sudah tidak menjabat lagi akan terlihat gejala-gejala kejiwaan atau emosi yang tidak stabil. Oleh karna itu diperlukan dukungan dari keluarga untuk mengatasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian post power syndrome pada lansia, dengan jenis penelitian kuantitatif dan menggunakan pendekatan cross sectional yang di lakukan di Puskesmas Payung Sekaki Kelurahan Labu Baru Timur Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan purposive sampling dengan sample 100 orang. Data di analisis secara univariat dan bivariat. Uji univariat menggunakan distribusi frekuensi dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan antara dukungan instrumental (p-value 0,028), dukungan emosional (p-value 0,002), dukungan penilaian (p-value 0,001), dukungan keluarga (p-value 0,001) dengan kejadian post power syndrome pada lansia. Diharapkan bagi keluarga lansia dapat memberikan informasi kepada lansia baik melalui media apapun, agar lansia terhindar dari post power syndrome.

References

Adina, A. F., & Suratini., (2013). Hubungan Tingkat Kemandirian Dengan Kualitas Hidup Lansia Di Padukuhan Karang Tengah Nogotirto Gamping Sleman Yogyakarta (Doctoral dissertation, Universitas' Aisyiyah Yogyakarta).
Azizah, L. M., (2011). Keperawatan lanjut usia. Ed (1). Yogjakarta. Penerbit : GRAHA ILMU
Badan Pusat Statistik (2015). Kebutuhan data ketenaga kerjaan untuk pembangunan berkelanjutan. Jakarta : BPS
Bandiyah, S. & Lukluk, Z.A (2008). Psikologi Kesehatan.Jogjakarta: Mitra Cendika Pres
Dahlan, S., (2010).Besar sampel dan cara pengambilan sampel dalam penelitian kedokteran dan kesehatan.Penerbit: Salemba Medika.
Dimyati, K. F., (2017). Pengaruh antara aktifitas fisik, kebiasaan merokok dan sikap lansia terhadap kejadian osteoporosis. E-juornal di peroleh dari kiki.fdimyanti@gmail.com
Elvira, D. S., & Hadisukanto, G., (2010). Buku Ajar Psikiatri. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Fatimah., (2013). Merawat manusia lanjut usia. Jakarta : TIM
Friedman, M. M., Bowden, V. R.,& Jones, E. G., (2010). Buku ajar keperawatan keluarga :riset, teori, & praktik. Ed (5). Jakarta :EGC
Haditono, (1989).Mempersiapkan Diri Menghadapi Masa Pensiun. Yogyakarta: UGM Presss
Ingarianti, T. M., & Andardini, R., (2012). Hubungan self efficacy dan post power syndrome pada masa pensiun. E-Journal. Di peroleh dari tri_ingarianti@yahoo.com
Kementerian Kesehatan RI (2017). Analisislansia di indonesia. Panduan pusat data dan Informasi.Jakarta Selatan
Khasanah. K (2012). Kualitas Tidur Lansia Balai Rehabilitasi Sosial “MANDIRI” Semarang. Jurnal Nursing Studies, Volume 1, Nomor 1 Tahun 2012
Mastuti, D. A., (2016). Kebahagiaan pada lanjut usia di tinjau dari dukungan keluarga. E-Journal. Diperoleh dari dyahayumastuti@gmail.com
Maryam, R. S., Ekasari, M. F., Rosidawati., Jubaedi, A., & Batubara, I., (2008). Mengenal Usia Lanjut dan Perawatannya.Jakarta : Salemba Medika.
Muhith, A., & Siyono, S., (2016). Pendidikan Keperawatan Gerontik. Penerbit: Andi Yogyakarta
Mujahidullah, K., (2012). Keperawatan Gerontik, Merawat Lansia Dengan Cinta Dan Kasih Sayang.Ed (1) Yogyakarta. Penerbit : Pustaka Pelajar
Muna, N., Arwani, Purnomo. (2013). Hubungan antara Karakteristik dengan Kejadian Depresi pada Lansia di Panti Werda Pelkris Pengayoman Kota Semarang. Jurnal Ilmu Keperawatan dan Kebidanan, Vol. 1, No. 3.
Murniasih, S., & Rahmawati, A. (2007). Hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di bangsal L RSUP dr.Soeradji Tirtonegoro Klaten. http://skripsistikes.files. wordpress.com/2009/08/4.pdf. Diunduh 1 Agustsus 2018
Nopriadi, D., Dewi, A. P., & Erwin (2011).Faktor intrinstik dan ekstrinsik yang berhubungan dengan tingkat kemandirian lansia dalam melakukan aktivitas sehari-hari. E-Journal di
peroleh https://repository.unri.ac.id/xmlui/bitstream/handle/123456789/4210/Manucript%20%28jurnal%29%20delta.pdf?sequence=1&isAllowed=y.
Notoatmodjo, S., (2012).Metodologi penelitian kesehatan.Jakarta :Rineka Cipta
Nugroho.W., (2014). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta : EGC
Nurhayati, I., & Indriana, Y., (2012). Harga Diri Dan Kecenderungan Post Power Syndrome Pada Pensiunan Pegawai Negeri Sipil Anggota PWRI Cabang Kota Cirebon.Di peroleh dari
http://download.portalgaruda.org/article.php?article=463336&val=4725&title=HARGA%20DIRI%20DAN%20KECENDERUNGAN%20POST%20POWER%20SYNDROME%20PADA%20PENSIUNAN%20PEGAWAI%20NEGERI%20SIPIL%20ANGGOTA%20PWRI%20CABANG%20KOTA%20CIREBON.
Poerwadarminta, 2007, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta
Purwanto, I. A., Choiriya, Z.,& Suwanti., (2017). Gambaran dukungan keluarga pada lansia yang mengalami post power syndrome di dusun Mapagan Kelurahan Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang. E- Journal imamarip17@yahoo.com
Pusadan, F. R. S., (2014). Hubungan Religiusitas Dan Regulasi Emosi Dengan Kecenderungan Post Power Syndrome Pada Guru Menjelang Pensiun (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Rianti F Rasmini (2008). Hubungan Dukungan Sosial dengan Kualitas Hidup Pada Penderita TB Paru di BP4 Yogyakarta Unit Minggiran. Jurnal Tuberkulosis Indonesia Vol 18 Maret 2012
Rini Junarti. (2011).Teori-teori Psikologis. Yogyakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Reza Kurniadi (2009). Hubungan self esteem dengan penyesuaian diri terhadap masa pensiun pada pensiunan Perwira Menengah TNI AD. Psikologia-online, 7(1)
Rostiana Silalahi (2009). Keperawatan lanjut usia. Yogyakarta : Graha Ilmu
Sadock ,Benjamin james dan Sadock, Virginia Alcott. (2002). Gangguan ansietas. Dalam : Kaplan & Sadock buku ajar psikiatri klinis. Ed Ke- 2. EGC : Jakarta
Santoso, A., & Lestari, N. B., (2008).Peran Serta Keluarga pada Lansia yang Mengalami Post Power Syndrome. Jurnal Media Ners, 2(1)
Santrock, J.W. 1998. Life-Span Development, 5th. Brown Communications, Inc.
Setyowati, ., & Murwani, A., (2008). Asuhan Keperawatan Keluarga. Diterbitkan: Mitra Candikia Press Yogyakarta
Suyanto & Rahmat, A., (2016). Post power syndrome dan perubahan perilaku sosial pensiun guru. E-journal. Diperoleh dari file:///C:/Users/user/Downloads/668-2209-1-PB%20(4).pdf
Suardiman, S.P., (2011). Psikologisusialanjut. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Sudarilah, (2012).Kiat-kiat dalam Menghadapi Pensiun. Jurnal Wawasan STIE Kusuma Negara. 29 (321) Juli-Agustus
Taylor E, Sheiley,, Dkk, (1995). Psikologi Sosial Edisi Kedua Belas, Jakarta:Kencana
Tamher, S & Noorkasiani (2012) Kesehatan Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medik
Trimardhany,V.(2008). Sikap dan Makna Hidup pada Pensiunan yang Mengalami Post Power Syndrome dengan yang Tidak Mengalami Post Power Syndrome. Sumatera Barat: Universitas Sumatera Barat
Wibisono, D., (2013). Panduan Menyusun Skripsi, Tesis Dan Desertasi. Yogyakarta: CV Andi Offset.
Yuda, H. T., Rosa, E. M., & Khoiriyati, A., (2015).Gambaran Hasil Pengobatan Tbc Pada Lansia di Puskesmas Gombong I. Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan, 11 (1).
Yusuf, T., (2009). Mencegah post power syndrome pasca pensiun. Jakarta :Salemba Empat.
Published
06-06-2020