HUBUNGAN ILLNESS PERCEPTION DENGAN HEALTH SEEKING BEHAVIOR PASIEN ACUTE CORONARRY SYNDROME DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU

Bahasa Indonesia

  • Engla Dirsa Putri STIKes Hang Tuah
  • Asmiyati Asmiyati
  • Rani Lisa Indra
Keywords: Acute coronarry syndrome, illness perception, health seeking behavior

Abstract

Acute coronarry syndrome adalah suatu penyakit jantung yang terjadi karena kurangnya suplai oksigen ke otot jantung, dan penyakit ini akan bertambah buruk jika tidak segera diatasi, sehingga perlunya keputusan untuk menuju pelayanan kesehatan (health seeking behavior). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan illness perception dengan health seeking behavior pasien acute coronarry syndrome di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain Cross sectional dan sampel sebanyak 31 responden dengan menggunakan consecutive sampling. Analisis yang digunakan adalah analisis univariat dengan menggunakan jenis tendensi sentral dan distribusi frekuensi, untuk analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan rerata usia responden 50,52 tahun, mayoritas pasien berjenis kelamin perempuan sebanyak 16 orang (51,6%), pendidikan terakhir SMP 11 orang (35,5%), pekerjaan ibu rumah tangga 14 orang (29,0%), status perkawinan menikah 29 orang (93,5%), illness perception yang positif 16 orang (51,6%), health seeking behavior < 6 jam 16 orang (51,6%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan illness perception dengan health seeking behavior dengan pasien acute coronarry syndrome dengan p value 0,049 (< 0,05). Kepada pasien acue coronarry syndrome diharapkan untuk tetap mempertahankan illness perception yang positif agar mendapatkan keputusan untuk menuju health seeking behavior.

 

Daftar pustaka                        : 47 (2003-2017)

Kata kunci                   : Acute coronarry syndrome, illness perception, health seeking behavior

 

References

Aaronson, I. P., & Jeremy, P. T. W. (2008). At glance system kardiovaskular (Edisi 3). Rina Astikawati (Ed). (Juwalita Suraprasi, Penerjemah). Jakarta: Erlangga.
Alatise, O. I., Fischer, S. E., Alyandipo, O. O., Omisore, A. G., Olatoke, S. A., & Kingham, T. P. (2017). Health seeking behavior and barriers to care in patients with rectal bleeding in Nigeria. Journal Of Global Oncology, 3 (6), 749-756. Diperoleh dari: http://ascopubs.org/doi/pdf/10.1200/JGO.2016.006601
Alhamda, S. (2015). Buku ajar sosiologi kesehatan. Yogyakarta: Depublish.
Broadbent, E., Keith, J. P., Jodie, M., & John W. (2006). The brief illness perception questionnaire. Journal of Psychosomatic Research
Bujawati, E., Nildawati., & Asni, S. A. (2016). Gambaran persepsi pasien tentang penyakit kusta dukungan keluarga pada pasien kusta di rs. dr. tadjuddin chaild makassar tahun 2015. AL-Sihah, 8(1), 29-38. Diperoleh dari: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/Al-Sihah/article/view/2076
Charles River Associates’ Life Science Practice. (2011). The burden of acute syndromes in united kingdom. Diperoleh dari: http://www.crai.com/publications
Chusairi, A. (2004). Health seeking behavior para pasien poli perawatan paliatif Studi Eksploratif terhadap lima pasien poli perawatan paliatif RSUD dr. Soetomo Surabaya. Skripsi tidak dipublikasikan
DEPKES RI. (2009). Sistem kesehatan nasional. Diperoleh dari http://www.depkes.go.id
Fitria, R. N., Suryono, & Rini, R. (2017). Analisa nilai laju endap darah pada pasien sindrom koroner akut dan stabel angina di RSD dr. Soebandi Jember. e-Jurnal Pustaka Kesehatan, 5(2), 297-301.
Friedman, M. M., Bowden, V. R. & Jones, E. G (2010). Buku ajar keperawatan keluarga: Riset, teori dan praktek. Jakarta: EGC.
Gard, M. G & Kring, A. M. (2007). Sex differences in the time course of emotion. Journal Article. 7(2):429-37. DOI:10.1037/1528-3542.7.2.429.
Ginanjar, E. (2016). Fungsi Ginjal dan Kematian Akibat Sindrom Koroner Akut. Jurnal Penyakit Dalam Indonesia, 3(4), 175-176. Diperoleh dari: http://jurnalpenyakitdalam.ui.ac.id/index.php/jpdi/article/view/49/46
Giugliano, R. P., & Eugene, B. (2003). Selecting the best reperfusion strategy in ST-elevation myocardial infarction: It’s all a metter of time. Circulation, 108, 2828-2830. doi: 10.1161/01.CIR.0000106684.71725.98.
Handajani, A., Betty, R., & Herti, M. (2010). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pola Kematian pada Penyakit Degeneratif di Indonesia. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 13(1), 42-53. Diperoleh dari: http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/hsr/article/view/2755/1513
Hartono, Widjanarko, B., Setiawati, M. (2017). Hubungan perilaku keluarga sadar gizi (KADARZI) dan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga dengan status gizi balita usia 24-59 bulan. Jurnal Gizi Indonesia, 5 (2), 88-97. Diperoleh dari : https://ejournal.undip.ac.id/index.php/jgi/article/view/16585/12102
Haryono, R. (2013). Anda wajib melawan serangan jantung. Yogyakarta: Gosyen Publishing.
Hidayat, A. A. A. (2011). Metode Penelitian Keperawatan dan Teknik Analisis Data. Jakarta: Salemba Medika.
Iqbal, Chayatin, Rozikin, &Supradi. (2007). Promosi Kesehatan: Sebuah Pengantar Promosi Belajar Mengajar Dalam Pendidikan. Jakarta: Graha Ilmu.
Kramer-Kille, M. L., Joseph, C. O., Pamala, D. L., & Ilene, M. L. (2013). Chronic illness in Canada impact and intervention. Canada: Kevin Sulivan.
Lubkin, I. M., & Larsen, P.D. (2013). Chronic illness: Impact & Intervention. Canada: DNLM.
Mardjana. (2009). I love jantung sehat. Yogyakarta: IN AzNa Books.
Mubarak, I, W. (2011). Promosi kesehatan untuk kebidanan. Jakarta: Salemba Medika.
Muhith, N. A. (2011). Buku ajar: metodologi penelitian kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Musfir. (2005). Konseling terapi. Jakarta: Gema Insani.
Published
31-01-2020