FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SIKAP POLISI LALU LINTAS DALAM PEMBERIAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) PADA PERTOLONGAN PERTAMA KECELAKAAN LALU LINTAS DI POLRESTA PEKANBARU

  • Nur Izzati Hasanah STIKES HANGTUAH PEKANBARU
  • Safri Safri
  • Susi Erianti
Keywords: sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar

Abstract

Tingginya angka kecelakaan lalu lintas meningkatkan tingginya angka kematian. Bantuan hidup dasar dapat menekan angka kematian pada korban henti jantung dan henti nafas akibat kecelakaan lalu lintas dan salah satu tugas polisi lalu lintas adalah memberikan penanganan dengan cepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas di POLRESTA Pekanbaru. Metode penelitian ini menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional menggunakan teknik accidental sampling. Penelitian dilakukan di POLRESTA Pekanbaru dengan populasi 126 orang dan sampel 96 orang. Uji statistik yang digunakan adalah uji chi-square dan kolmogorov-smirnov. Hasil analisa univariat mayoritas responden berusia dewasa awal (26-35 tahun) (58.3%), berjenis kelamin laki-laki (81.2%), berpendidikan perguruan tinggi (66,7%), faktor emosional tinggi (65.6%), pengetahuan cukup (55.2%), pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting (57.3%), pengalaman menangani korban sudah pernah (71.9%), sikap negatif (55.2%). Hasil analisa bivariat menunjukkan variabel yang berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu pengetahuan Pvalue = 0.022, pengalaman menangani korban Pvalue = 0.036. Untuk variebel yang tidak berhubungan dengan sikap polisi lalu lintas dalam pemberian bantuan hidup dasar pada pertolongan pertama kecelakaan lalu lintas yaitu faktor emosional Pvalue = 0.156, pengaruh orang lain yang dianggap lebih penting Pvalue = 0.638. Diharapkan sikap negatif dan pengetahuan yang cukup dalam pemberian bantuan hidup dasar dapat diperbaiki dengan cara meningkatkan pengalaman dan memberikan pelatihan

Daftar Pustaka : 34 (2002-2017)
Kata kunci : Sikap, faktor-faktor, polisi lalu lintas, bantuan hidup dasar.

References

Ambarwati. (2015). Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap polisi lalu lintas tentang bantuan hidup dasar di satlantas Polresta Surakarta. Surakarta : Skripsi dipublikasi
American Heart Association. (2015). Fokus Utama Pembaruan Pedoman AHA 2015 untuk CPR dan ECC. Circulation, 132(5), 293. https://eccguidelines.heart.org/wp-content/uploads/2015/10/2015-AHA-Guidelines-Highlights-Indonesian.pdf
Azwar, S. (2012). Sikap manusia, teori dan pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Kemenkes RI. (2016). Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu, 118. http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._19_ttg_Sistem_Penanggulangan_Gawat_Darurat_Terpadu_.pdf
Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Riau Resort Kota Pekanbaru. (2017). Data jumlah personel unit satlantas polresta Pekanbaru. Pekabaru : Unit Satlantas Polresta Pekanbaru. Tidak dipublikasikan
Kepolisian Negara Republik Indonesia daerah Riau Resort Kota Pekanbaru. (2017). Jumlah kecelakaan lalu lintas polresta Pekanbaru. Pekabaru : Unit Satlantas Polresta Pekanbaru. Tidak dipublikasikan
KORLANTAS POLRI. (2017). Angka Kejadian Kecelakaan lalu lintas di Indonesia : Naskah Publikasi
Lestari, T . (2005). Kumpulan teori untuk kajian pustaka penelitian kesehatan. Yogyakarta: Nuha Medika.
Lumangkun, P. E., Kumaat, L. T., & Rompas, S. (2014). Hubungan Karakteristik Polisi Lalu Lintas dengan Tingkat Pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) di Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Utara. JURNAL KEPERAWATAN, 2(2).
Mukkaromah, E. (2008). Hubungan antara kecerdasan emosional (emotional intelligence) dengan perilaku agresif pada polisi samapta di polda metro jaya. Jurnal psikologi, 6(1).
Okvitasari, Y. (2017). Faktor- Faktor Yang Berhubungan Dengan Penanganan Bantuan Hidup Dasar ( Basic Life Support ) Pada Kajadian Kecelakaan Lalu Lintas Di Smk ( Related Factors To The Basic Life Support Handling In Traffic Accidents ), 1(1), 615.
Potter, P. A., & Perry, A. G. (2009). Fundamental keperawatan. Vol 1. Jakrta: Salemba Medika
Pusvitasari, P., Wahyuningsih, H., & Astuti, Y. D. (2016). Efektivitas Pelatihan Regulasi Emosi untuk Menurunkan Stres Kerja pada Anggota Reskrim. JIP: Jurnal Intervensi Psikologi, 8(1).
Saam, Z & Wahyuni, S. (2014). Psikologi keperawatan. Jakarta: Rajawali Pers
Sukamto, F. I. (2017). Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Polisi Lalu Lintas Tentang Basic Life Support (Bls) Di Kabupaten Ponorogo. Jurnal Ilmu Keperawatan, 5(1), 25-33.
Undang-Undang Nomor 22 Tahun (2009). Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, 209. http://www.dpr.go.id/dokjdih/document/uu/UU_2009_22.pdf
Wawan, A. dan M. Dewi. (2010). Teori & pengukuran pengetahuan, sikap, dan prilaku manusia. Yogyakarta: Nuha Medika
World Health Organization (WHO). (2015). Laporan satus global keselamatan jalan pada tahun 2015. Diperoleh dari http://www.who.int/violence_injury_prevention/road_safety_status/2015/en/
Published
31-01-2020