HUBUNGAN POLA ASUH DAN MOTIVASI ORANG TUA DENGAN KEJADIAN SCHOOL REFUSAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI TK NEGERI PEMBINA BANGKINANG

HUBUNGAN POLA ASUH DAN MOTIVASI ORANG TUA DENGAN KEJADIAN SCHOOL REFUSAL PADA ANAK TAMAN KANAK-KANAK DI TK NEGERI PEMBINA BANGKINANG

  • Elfiza Fitriami STIKes Pekanbaru Medical Center
  • Alfianur Alfianur
Keywords: Kata kunci : school refusal, pola asuh orang tua, motivasi orang tua

Abstract

ABSTRAK

School refusal adalah masalah emosional yang dimanifestasikan ketidakinginan anak untuk menghadiri sekolah dengan menunjukkan simptom fisik, yang disebabkan karena kecemasan berpisah dari orang terdekat, karena pengalaman negatif di sekolah atau karena punya masalah dalam keluarga. Penyebab school refusal cukup bervariasi, diantaranya adalah kecemasan berpisah dari orang yang paling dekat dengannya. Pola asuh dan motivasi orang tua juga dapat menyebabkan terjadinya perilaku school refusal pada anak. Di TK Negeri Pembina Bangkinang, terdapat beberapa murid yang sering tidak memasuki sekolah setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan pola asuh dan motivasi orang tua dengan kejadian school refusal pada anak taman kanak – kanak di TK Negeri Pembina Bangkinang. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, desain korelasi dengan pendekatan Cross Sectional dan menggunakan Accidental Sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner School Refusal Assesment Scale (SRAS). Hasil penelitian didapatkan pola asuh orang tua mayoritas otoritatif sebanyak 48 orang (41.7%), mayoritas motivasi tinggi sebanyak 96 orang (83.5%), penyebab school refusal mayoritas kecemasan berpisah sebanyak 73 orang (83.5%). Dari hasil bivariat ada hubungan antara pola asuh orang tua dengan kejadian school refusal. Dari hasil p value = 0,001 < α 0,05, dan ada hubungan antara motivasi orang tua dengan kejadian school refusal. Dari hasil p value = 0,000 < α 0,05. Kesimpulan : ada hubungan signifikan pola asuh dan motivasi orang tua denga kejadian school refusal pada anak taman– kanak di TK Negeri Pembina Bangkinang.

References

Achroni, K. (2012). Ternyata Selalu Mengalah Itu Tidak Baik, 35 Masalah Perilaku Anak. Jakarta: PT Buku Kita
Adiyanti. (2006). Menyiapkan Hari Pertama Sekolah. Yogyakarta : Kanisius.
Ampuni, S. & Andayani, B. (2007). Memahami Anak Dan Remaja Dengan Kasus Mogok Sekolah. Diakses Dari Http://Jurnal.Psikologi.Ugm.Ac.Id/. Diperoleh Tanggal 2 Desember 2014
Andriani. (2013). Hubungan Antara Motivasi Orang Tua Dalam Mendidik Anak Melalui Paud Dengan Partisipasinya Di Paud Kasih Ibu. Di Akses Dari Http://Ejournal.Unp.Ac.Id/. Diperoleh Pada Tanggal 6 April 2015
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Brill, L. D. (2009). “School Refusal: Characteristics, Assessment, And Effective Treatment: A Child And Parent Perspective”. Philadelphia College Of Osteopathic Medicine.
Beidel, D. C. & Turner, S. M. (2005). Childhood Anxiety Disorders: A Guide To Research And Treatment. New York: Routledge Taylor & Francis Group.
Davison, G. C. Et Al. (2006). Psikolgi Abnormal Edisi Ke-9. Jakarta: Pt. Raja Grafindo Persada.
Haarman, G. B. (2009). “School Refusal Behavior: Effective Techniques To Help Children Who Can’t Or Won’t Go To School”.
Hamzah B. Uno. (2007). Teori Motivasi Dan Pengukurannya Analisis Di Bidang Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Hidayat, Aziz Alimul. (2009). Pengantar Ilmu Kesehatan Anak Untuk Pendidikan Kebidanan. Jakarta: Salemba Medika
Hurlock, E.B (2006). Psikologi Perkembangan (Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan). Edisi 5. Jakarta: Erlangga
Kearney, C. A. (2007). Getting Your Child To Say Yes To School: A Guide For Parents Of Youth With School Refusal Behavior. New York: Oxford University Press.
Kearney, C. A. & Albano, A. M. (2007). When Children Refuse School: A Cognitive Behavioral Therapy Approach, 2nd Edition. New York: Oxford University Press.
Mahendratto, P. (2007). Cara Orang Tua Mengatasi Anak Saat Mogok Sekolah. Jakarta : P.T. Grasindo.
Manurung, N. (2012). School Refusal Pada Anak Sekolah Dasar. Diakses Dari Http://Ejournal.Undip.Ac.Id/. Diperoleh Tanggal 2 Desember 2014
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
(2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta
Nursalam. 2011. Pedoman skripsi, tesis dan instrumen penelitian keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Rini, J.F. (2006). School refusal. Diakses dari http://www.e-psikologi.com. Diperoleh pada tanggal 3 Desember 2014
Santrock, J. W.(2007). Perkembangan Anak , Jilid 2. Jakarta: Penerbit Erlangga
Sari & Saparwati. (2013). Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dengan Temper Tantrum Pada Anak Usia Prasekolah (3 - 6 Tahun). Diakses Dari Http://Perpusnwu.Web.Id. Diperoleh Pada Tanggal 6 April 2015
Subini, N. (2011). Mengatasi Kesulitan Belajar. Jogjakarta: Javalitera
Seetzer, N, & salzhauer, A. (2006). Understanding School Refusal. Diakses dari http://www.schoolnursenews.org. Diperoleh pada tanggal 2 Desember 2014
Setyorini, P. (2006). Ayo Kita Mengenal Sekolah. Bandung: Publishing House Mizan
Soetjaningsih, & Ranuh, G. (2013). Tumbuh Kembang Anak. Edisi 2. Jakarta: E
Published
19-03-2021