HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN IBU TERHADAP TINDAKAN MENCUCI TANGAN DALAM PERAWATANAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR

indonesia dan inggris

  • Yeni Lestari STIKes Hang Tuah Pekanbaru
  • Dian Roza Adila
  • Raja Fitrina Lestari
Keywords: Mencuci tangan, Tingkat pengetahuan, Sikap, Bayi baru lahir.

Abstract

Tali pusat yang tidak dirawat dengan baik akan menyebabkan infeksi, yang ditandai dengan kemerahan dan bengkak pada tali pusat. Salah satu upaya untuk mencegah terjadinya infeksi tali pusat adalah dengan melakukan tindakan mencuci tangan dalam perawatan tali pusat. Mencuci tangan bertujuan untuk menghilangkan atau mengurangi kuman dan bakteri yang menempel ditangan supaya kuman dan bakteri tersebut tidak masuk kedalam luka tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan tingkat pengetahuan dan sikap ibu terhadap tindakan mencuci tangan dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir di wilayah kerja Puskesmas Payung Sekaki. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dengan menggunakan teknik sampling purposive sampling. Hasil univariat terhadap 42 responden didapatkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 27 responden (64,3%), sikap ibu mayoritas baik sebanyak 23 responden (54,8%) dan mayoritas ibu malakukan tindakan mencuci tangan dalam perawatan tali pusat sebanyak 37 responden (88,1%). Hasil bivariat menggunakan uji chi- square dengan uji alternatif fisher’s exact test untuk pengetahuan dan uji kolomogorov-smirnov test untuk sikap, didapatkan hasil terdapatnya hubungan antara tingkat pengetahuan ibu terhadap tindakan mencuci tangan dalam perawatan tali pusat bayi baru lahir dengan p value 0,004 lebih kecil dari 0,05 dan tidak terdapat hubungan antara sikap ibu terhadap tindakan mencuci tangan dalam perawatan tali pusat dengan p value 0,998 lebih besar dari 0,05. Berdasarkan hasil analisa tersebut diharapkan kepada petugas kesehatan dapat mempertahankan dan meningkatkan pengetahuan ibu dengan memberikan pendidikan kesehatan bahwa selalu mencuci tangan dalam tindakan apapun terutama tindakan yang berhubungan dengan bayi baru lahir.

 

 

 

 

 

References

DAFTAR PUSTAKA
Afolaranmi, T. O., Hassan, Z. I., Akinyemi, O. O., Sule, S. S., Malete, M. U., Choji, C. P., et al. (2018). Cord Care Practices: A Perspective of Contemporary African Setting. Frontiers in Public Health, 6(January), 9–11. https://doi.org/10.3389/fpubh.2018.00010.
Amalia, L & Herwati, E. (2018). Hubungan pengetahuan dan sikap dengan pelaksanaan perawatan metode kangguru. Jurnal keperawatn pendidikan indonesia. 4(2), 140-161.
Amare, Y. (2014). Umbilical cord care in Ethiopia and implications for behavioral change : a qualitative study. BMC International Helath and Human Rights, 1–8. http://www.biomedcentral.com/1472-698X/14/12.
Aminuddin. (2010). Menjaga kebersihan tangan dan kaki.Yudisthira.
Anggreyani, T. (2018). Hubungan tingkat pengetahuan ibu nifas tentang perawatan tali pusat dengan pelepasan tali pusat pada bayi baru lahir di RS PKU muhammadiyah gampi. Jurnal menara ilmu. 1-7.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka cipta.
Bobak., Lowdermilk., & Jensen. (2012). Buku ajar keperawatan maternitas. Jakarta: EGC
Budiman & Riyanto, A. (2012). Kapita selekta kedokteran: Pengetahuan dan sikap dalam penelitian kesehatan. Jakarta: Salemba medika.
Departemen Kesehatan RI. (2009). Panduan penyelenggaraan cuci tangan pakai sabun sedunia (HCTPS). Jakarta.
Dewi, V. N. L. (2010). Asuhan neonatus bayi dan anak balita. Jakarta: Salemba medika.
Elmeida, I. F.(2015). Asuhan kebidanan neonatus: Bayi, balita & anak prasekolah. Jakarta: CV. trans media.
Fajar & Misnaniarti. (2011). Hubungan pengetahuan dan sikap terhadap perilaku cuci tangan pakai sabun pada masyarakat didesa sanuro timur. Jurnal pembangunan manusia. 5(1), 42-48.
Haryanti, R. S & Puspitaningrum, A. (2016). Hubungan antara paritas dengan tingkat pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat bayi. 14(1), 67-71.
Indonesian pediatric society (IDAI). (2015). Perawatan bayi baru lahir. Committed in improving the health of indonesian children. Yogyakarta. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/perawatan-bayi-baru-lahir. Diakses pada tanggal 20 Mei 2019, Pukul 10.05.
Jelantik, I, G, M, D & Astarani, I. G. A. R. (2015). Hubngan pengetahuan, sikap dan ketersedian sarana dengan kebiasaan cuci tangan pakai sabun untuk mencegah diare dan ispa pada ibu rumah tangga di kelurahan ampenan tengah kota mataram. Media bina ilmiah. 9(1). 94-97.
Judian, D. (2014). Keajaiban darah tali pusat & plasenta. Yogyakarta: Genius publisher.
Katiandagho, N. N., Supit, D., & Pangkerego, S. (2017). Hubungan sikap ibu dengan pengetahuan perawatan tali pusat bayi baru lahir di wilayah kerja psukesmas biaro kecamatan biaro kabupaten sitaro. Publ buletin sarputra: 89-94
Kementrian Kesehatan RI. (2010). Buku Saku Pelayanan Kesehatan Neonatal Esensial & Pedoman Teknis Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta.
Kementrian Kesehatan RI. (2013). Profil kesehatan Indonesia tahun 2012. Jakarta: Kementrian kesehatan republik indonesia.
Kementrian Kesehatn RI. (2018). Profil kesehatan Indonesia tahun 2017. Jakarta: Kementrian kesehatan republik indonesia.
Klein, S., & Thomson, F. (2010). Panduan lengkap kebidanan. Yogyakarta: Palmall.
Lowdermilk, D. J., Perry, S. E., & Cashion, K. (2013). Keperawatan maternitas (Felicia Sidartha & Anesia Tanis, Penerjemah). Elsevier (Singapura) Pte Ltd.
Irawan, N. K. (2011). Menumpas penyakit dengan darah tali pusat. Jakarta: Berlian medika.
Manuaba, I. A. C., I Bagus., & I. B. Gde. (2014). Ilmu kebidanan, penyakit kandungan dan KB. Jakarta: EGC.
Marmi. (2015). Asuhan neonatus, bayi, balita dan anak prasekolah. Yogyakarta: Pustaka pelajar.
Mubarak, W. I. (2011). Promosi kesehatan. Jogyakarta: Graha ilmu.
Muniraman, H., Sardesai, T., & Sardesai, S. (2018). Disorders of the Umbilical Cord. Pediatrics in Review, 39(7), 332–341. https://doi.org/10.1542/pir.2017-0202
Muslihatun, W. N. (2010). Asuhan neonatus bayi dan balita. Yogyakarta: Fitrimaya.
Noorhalimah. (2015). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kematian neonatal di Kabupaten Tapin tinjauan terhadap pemeriksaan kehamilan, penolong persalinan dan karakteristik Ibu. Publ Kesehat Masy Indones; 2(2):64-71.
Nursalam. (2016). Metodelogi penelitian ilmu keperawatan. Jakarta: Salemba medika.
Notoatmodjo, S. (2011). Kesehatan Masyarakat: Ilmu &seni. Jakarta: Rineka cipta.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodelogi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka cipta.
Oktarina, M. (2016). Buku ajar asuhan kebidanan persalinan dan bayi lahir normal. Yogyakarta: Deepublish.
Pieter, H. Z., & Lubis, N, L. (2010). Pengantar psikologi dalam keperawatan. Jakarta: Kencana
Potter & Perry. (2009). Fundamental keperawatan. Jakarta: Salemba medika.
Prawiroharjo, S. (2009). Ilmu kebidanan. Jakarta: Penerbit yayasan bina pustaka sarwono prawiroharjo.
Priyoto. (2014). Teori dan perilaku dalam kesehatan. Yogyakarta: Nuha medika.
Proverawati, A., & Rahmawati, E. (2012). Perilaku hidup bersih & sehat. Yogyakarta: Yuha medika.
Rabbi, S. E. (2013). Exploring the gap between hand washing knowledge and practices in Bangladesh : a cross-sectional comparative study.
Rahmawati, A. (2016). Hubungan dan sikap ibu nifas tentang perawatan tali pusat dengan lama pelepasan tali pusat bayi di BPM sri romdati gunung kidul. jurnal kesehaan almuslim, 2(3), 8-13.
Rejeki S, Machmudah, Juwarningsih. (2017). Praktik perawatan tali Pusat oleh Ibu dengan kejadian infeksi tali pusat Bayi Baru Lahir di Semarang. 5th Urecol Proceeding; (February):1145-1152.
Ridah, H. (2014). Hubungan perilaku cuci tangan pakai sabun (CTPS) di SD 005 dan SD 006 dengan kejadin diare wilayah puskesmas bangkinang. Jurnal keperawatan stikes tianku tambusai riau. 5(2).
Rosita, N. A. (2013). Hubungan paritas dengan perawatan tali pusat pada bayi baru lahir oleh ibu pots partum di klinik bersalin Hj. S Tarigan di kota pangkalpinang. Jurnal Kesehatan, 7(2), 295–301.
Rukiyah, A. Y., & Yulianti, L. (2010). Asuahan neonatus bayi dan anak balita. Jakarta: Trans info medika.
Saifuddin. (2008). Buku acuan nasional kesehatan maternal dan neonatal. Jakarta: YBP-SP.
Sandjaja, B., & Albertus, H. (2009). Panduan penelitian. Jakarta: Prestasi pustaka.
Sari, T. P., & Maria. (2018). analisa pengetahuan dukun bayi terlatif dengan pelaksanaan perawatan bayi baru lahir. University Research Colloqium. 815-819.
SDGs. (2017). Indikator esehatan SDGs di Indonesia. Jakarta: Balai kartini. http://ictoh-tcscindonesia.com/wp-content/uploads/2017/05/Dra.-Ermalena-INDIKATOR-KESEHATAN-SDGs-DI-INDONESIA.pdf. Diakses pada tangan 19 Februari 2019, pukul 13.51.
Scott, B. E., Lawson, D. W., & Curtis, V. (2009). Hard to handle : understanding mothers ’ handwashing behaviour in Ghana. (May), 216–224. https://doi.org/10.1093/heapol/czm014
Sejati, M. D. U. (2017). Hubungan tingkat pengetahuan dengan perilaku cuci tangan di lingkungan kerja pengrajin batik didusun sembangun, gulureji, lendah, kulon progo.
Sodikin. (2009). Buku saku perawatan tali pusat. Jakarta: EGC.
Sujarweni, V. W. (2014). Metode penelitian: Lengkap praktis dan mudah dipahami. Yogyakarta: Pustaka baru press.
Sulasmi, S. (2015). Gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat pada ibu yang melahirkan di rumah sakit panembahan senopati bantul. Yogyakarta.
Susianti. (2016). Hubungan perawatan tali pusat dengan lama lepas tali pusat pada bayi baru lahir di puskesmas lakessi kota parepare. Jurnal ilmu keperawatan, 6(2). 97-107.
Survey demografi dan kesehatan Indonesia 2017 (SDKI). ( 2017). https://e-koren.bkkbn.go.id/wp-content/uploads/2018/10/Laporan-SDKI-2017-WUS.pdf. Diakses pada tanggal 13 Februari 2019, Pukul 15.34 WIB.
Wawan, A., & Dewi, M. (2011). Teori dan pengukuran pengetahuan, sikap dan perilaku manusia. Yogyakarta: Nuha medika.
WHO (World Health Organization). (2017). https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/newborns-reducing-mortality.
Wulandini, P., & Roza, S. A. (2018). Pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat di posyandu kasih ibu desa penghidupan kampar Riau 2018. Journal of Midwifery Science, 2(2), 60–66.
Published
22-03-2021