REGULATORY EMOTION RELATIONSHIP WITH BULLYING BEHAVIOR IN PGRI JUNIOR HIGH SCHOOL PEKANBARU STUDENTS

  • Yulia Febrianita
  • Putri Wulandini
  • Sri Dewi Yanti
Keywords: Emotion Regulation, Bullying Behavior

Abstract

Bullying is an aggressive behavior of a student or group of students who are shown intentionally that is repetitive to disturb other weak students. Emotion regulation is an intrinsic and extrinsic process that can control and adjust emotions that arise to achieve a goal. The purpose of this study was to determine the relationship of emotional regulation with bullying behavior in Pekanbaru PGRI SMP students. This type of research is correlated with cross sectional research design. The population in this study were students in classes VII and VIII, amounting to 280 students, the sample used was 165 students. The sampling technique is cluster sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The data obtained was processed by univariate and bivariate data analysis. The results obtained by P Value 0.39 means P Value> 0.05, it can be concluded that there is no significant relationship between emotional regulation and bullying behavior in students at SMP PGRI Pekanbaru. It is expected that the school together with parents work together to prevent and provide health education for assertive behavior, namely the ability to communicate what is desired but still maintain the feelings of others.

References

Ali, A., & Asrori, M. (2012). Psikologi remaja: perkembangan peserta didik. Jakarta: Bumi Aksara.
Antara, A. (2017). Tak kuat dibully selama 3 tahun, siswa ini mengadu ke WaliKota. Okezone. Diperoleh tanggal 28 April 2018 dari https://news.okezone.com
Birowo, M., A. (2016). Mengembangkan kompetensi etis di lingkungan kita. Jakarta: Grasindo.
Desmita. (2011). Psikologi perkembangan peserta didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Fauzi, R. N. (2017). Hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta. Skripsi. Universitas Aisyiyah Yogyakarta. Diperoleh tanggal 4 Juli 2018 dari http://digilib.unisayogya.ac.id
Fitri, A. R., Angreni, R., & Khairi, Z. (2013). Emosi: aplikasi psikologi dalam kehidupan seorang muslim. Pekanbaru: Suska Press 2013.
Gross, J. J. (2014). Emotion Regulation: Conceptual and Empirical Foundations. In J. J. Gross (Ed), Handbook of Emotion Regulation. New York: The Guilford Press.
Gunadi, T. (2011). Mereka pun bisa sukses. Jakarta: Penebar Plus.
Habsyi, S. A. A. (2015). Perbedaan regulasi emosi antara penghafal qur’an 1-15 juz dengan penghafal qur’an 16-30 juz. Skripsi. Universitas Islam Negeri Malang. Diperoleh tanggal 22 Januari 2018 dari http://etheses.uinmalang.ac.id
Hasanah, D. N. (2010). Hubungan self efficacy dan regulasi emosi dengan kenakalan remaja pada siswa SMP N 7 Klaten. Skripsi. Universitas Sebelas Maret Surakarta. Diperoleh tanggal 1 Mei 2018 dari https://digilib.uns.ac.id
Hendrikson. (2013). Faktor-faktor yang mempengaruhi emosi. http://majalahsiantar.blog.spot.coms
Jahja, Y. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Kencana.
Kartono, K. (2014). Kenakalan remaja. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2016). Rincian data kasus berdasarkan klaster perlindungan anak, 2011-2016.KPAI.Diperoleh tanggal 19 Januari 2018 darihttp://bankdata.kpai.go.id
Malaka, T. (2018). Bullying di sekolah kembali terjadi siswi SMP 3 dipaksa sujud cium kaki teman. Tribun News. Diperoleh tanggal 9 Januari 2018 dari http://bangka.tribunnews.com
Mawardah, M., & Adiyanti, M. (2014). Regulasi emosi dan kelompok teman sebaya pelaku cyberbullying. Jurnal Psikologi, 41(2014), 60–73. Diperoleh tanggal 23 Januari 2018 dari https://doi.org
Muthmainah, D. A. (2017). Semakin banyak yang melaporkan kasus “bullying.” CNN Indonesia. Diperoleh tanggal 19 Januari 2018 dari https://www.cnnindonesia. Com
Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Oda. (2017). 117 laporan bullying diterima tepsa kemensos ri, hingga juli 2017. Tribun Jogja. Diperoleh tanggal 17 Januari 2018 dari http://jogja.tribunnews.com
Panggabean, R. (2015). Manajemen konflik berbasis sekolah. Jakarta: Pustaka Alvabet.
Parkway, A. (2016). Emotional regulation: what is it and why is it important ?. Mental Health Blog. Diperoleh tanggal 23 Januari 2018 dari https://www.apibhs.com
Pieter, H. Z., & Lubis, N. M. (2010). Pengantar psikologi dalam keperawatan. Jakarta: Kencana.
Prasetyo, A. B. K. (2011). Bullying di sekolah dan dampaknya bagi masa depan anak. El-Tarbawi Jurnal Pendidikan Islam, Vol IV, No 1. Diperoleh tanggal 9 oktober 2019 dari http://download.portalgaruda.org
Priyatna, A. (2010). Let’s end bullying: memahami, mencegah, mengatasi bullying. Jakarta: Alex Media Komputindo.
Puspitasari, I. F. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Skripsi. Universitas Muhammadiyah. Diperoleh tanggal 23 Januari 2018 dari http://eprints.ums.ac.id
Setiadi. (2013). Konsep dan praktik penulisan riset keperawatan edisi 2. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Silaen, A. C., & Dewi, K. S. (2015). Hubungan antara regulasi emosi dengan asertivitas. Jurnal Empati, 4(2), 175–181. Diperoleh tanggal 20 Februari 2018 dari https://media.neliti.com
Sistrany, F. (2016). Pengaruh bullying terhadap kecerdasan emosi pada siswa di SMP Negeri 2 Samarinda. Skripsi. Universitas 17 Agustus 1945 Semarang. Diperoleh tanggal 4 Juli 2018 dari http://ejurnal.untag-smd.ac.id
Solihin, I. (2018). Trauma di bully teman siswi SMP di Garut tak masuk sekolah. iNews. Diperoleh tanggal 16 Februari 2018 dari http://www.inews.id
Sujarweni, V., W. (2014). Metodologi penelitian keperawatan. Yogyakarta: Gava Media.
Syifa, I. D. L. (2014). Hubungan kualitas attachment remaja terhadap ibu, ayah dan teman sebaya dengan regulasi emosi siswa di SMA Yayasan Pandaan. Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Diperoleh tanggal 23 Maret 2018 dari http://etheses.uin-malang.ac.id
Tanjung, C. A. (2017). Diduga korban bully di sekolah, siswi SMA Riau bunuh diri. DetikNews. Diperoleh tanggal 28 April 2018 dari https://news.detik.com
Tawalujan, A. E., Kundre, R., & Rompas, S. (2018). Hubungan bullying dengan kepercayaan diri dengan remaja di SMP Negeri 10 Manado. E-journal Keperawatan, 6(1), 1-6. Diperoleh tanggal 4 Juli 2018 dari http://ejournal.unsrat.ac.id
Umasugi, S. C. (2013). Hubungan antara regulasi emosi dan religiusitas dengan kecenderungan perilaku bullying pada remaja. Jurnal Fakultas Psikologi, 2(1), 1–19. Diperoleh tanggal 23 Januari 2018 dari http://www.jogjapress.com
The United States Government. (2017). Effects of Bullying. Stop bullying gov. Diperoleh tanggal 22 Januari 2018 darihttps://www.stopbullying.gov
Victoria State Government. (2017). The impact of bullying. Bully stoppers. Diperoleh tanggal 22 Januari 2018 dari http://www.education.vic.gov.au
Wiyani, N. A. (2012). Save our children from school bullying. Yogyakarta: Ar-ruz Media.
Published
19-04-2021